Branding Produk

Apa itu branding produk ? Sederhananya, branding produk adalah bagaimana suatu produk berinteraksi dengan audiens penggunanya melalui desain, logo, dan pesan. Sulit untuk menentukan satu definisi branding produk, karena branding juga mempelajari hubungan emosional konsumen.

Jika branding produk dilakukan dengan baik, branding produk dapat dipertahankan dan menghasilkan koneksi yang solid antara produk yang dihasilkan dengan konsumen. Namun di masa sekarang, dimana teknologi informasi sudah berkembang pesat, memiliki tantangan yang berbeda.

Tantangannya terletak pada new media seperti media sosial, dimana ‘pesan’ tersebut dapat dikomunikasikan melalui audiens konsumen langsung dan bukan pada pakar branding professional.

Branding produk zaman dahulu mungkin lebih mudah dibandingkan dengan branding produk sekarang, karena branding produk sekarang harus melibatkan teknologi jika tidak ingin kalah dalam persaingan bisnis. Situs web, smartphone, game interaktif, media luar ruang dan media sosial merupakan new platforms yang digunakan dalam branding produk sekarang.

pixabay.com

Contoh Branding Produk Perusahaan yang Sukses

Strategi branding produk di berbagai platforms telah diterapkan oleh perusahaan besar, seperti Sesame Workshop, Activision, dan Coca Cola. Coca Cola merupakan salah satu perusahaan yang sukses melakukan branding produk. Coca Cola berusaha menyampaikan pesan branding produk disemua platforms¸mulai dari logo, iklan, media sosial, bahkan sampai bentuk botol produk. Sehingga pesan branding produk yang diinginkan akan sampai ke konsumen dengan baik. Konsumen menerima produk Coca Cola sebagai minuman yang menyenangkan dan berbeda dengan minuman yang lain karena rasanya yang unik.

Ketiga perusahaan tersebut memiliki tim kreatif yang bekerja sama dalam branding produk, sehingga pesan produk untuk konsumen jelas dan desainnya saling terhubung melalui berbagai platform.  Hal tersebut bisa kita terapkan pada usaha yang kita jalankan atau pada perusahaan tempat kamu bekerja untuk meningkatkan penjualan produk.

Anda mungkin bisa menerapkan beberapa strategi branding pada produk sendiri, sehingga konsumen merasa terhubung dengan produk milikmu dan meninggalkan perasaan positif terhadap produk yang Anda jual. Berikut merupakan langkah-langkah konkret strategi branding produk yang dapat Anda lakukan.

pixabay.com

Strategi Branding Produk

  1. Lakukan Penelitian Dulu

 

Sebelum Anda mulai menghubungi desainer dan memintanya membuat logo baru yang mewakili untuk lini produk milikmu. Coba lakukan penelitian terlebih dahulu.

Anda bisa melakukan penelitian tersebut dengan mempertanyakaan beberapa hal tentang produk Anda sebagai berikut :

  1. Apa tujuan dari produk saya ?
  2. Siapa yang saya coba layani dan mengapa ?
  3. Apa selera dan preferensi konsumen ?
  4. Apa yang membuat konsumen merasa dilihat, dihargai, dan diperhatikan ?
  5. Bagaimana produk kamu bisa terhubung dengan konsumen pada tingkat emosional yang terdalam ?
  6. Bagaimana saya membuat konsumen melihat produk saya terus bergerak maju ?
  7. Apa janji yang diberikan produk saya kepada konsumen ? Apakah memang hal tersebut diberikan kepada pelanggan ?

Agar Anda mendapatkan jawaban pertanyaan diatas, Anda harus keluar dari zona nyaman. Anda harus memulai mewawancari calon konsumen dan mendapatkan umpan balik dari pasar. Kemudian, Anda juga perlu mempertimbangkan dengan hati-hati mengapa dan kenapa Anda menawarkan produk tersebut dan kepada siapa Anda akan menjual produk tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan diatas akan membantu Anda memahami beberapa hal penting yang dapat menginformasikan pesan yang spesifik dari konsumen dan perasaan yang ingin Anda sampaikan oleh branding produkmu. Informasi ini sangat penting untuk diketahui sebelum Anda memulai membuat keputusan tentang desain.

  1. Konsistensi Produk

Pencitraan merek produk mengharuskan Anda tetap konsisten dengan gambar, desain, kualitas, dan pesan yang ingin disampaikan dari suatu produk. Anda juga perlu membuat merek yang kohesif.

Merek kohesif sendiri merupakan merek yang saling terhubung atau melekat di otak konsumen, walapun Anda menghasilkan produk yang berbeda dalam suatu usaha. Anda membuat pesan merek yang jelas yang harus disampaikan setiap produk.

Misalnya, sebuah unit usaha yang memproduksi produk pembersih wajah, memiliki 2 produk yang berbeda, yaitu produk pembersih wajah untuk wanita dan pria. Setiap produk tersebut harus memiliki branding produk yang spesifik namun kohesif.

pixabay.com

  1. Pastikan Tim Kamu Terlibat

 

Bayangkan jika semua tim dapat mendukung usaha branding produk. Pastinya produk dapat menciptakan ikatan emosional yang lebih dalam dengan konsumen. Latih setiap tim, tidak hanya tim marketing saja, namun tim lain yang tidak berhubungan penjualan perlu dilatih branding produk untuk menjalin hubungan emosional dengan setiap konsumen yang berinteraksi dengan mereka.

 

Hal ini penting karena Anda dapat memasukkan filosofi, nilai, dan misi bisnis pada setiap pekerja. Apakah mereka mengerti dan memahami tujuan terbesar bisnis yang Anda jalani ? Apakah mereka mengerti pesan yang ingin disampakan oleh produk tersebut ?

 

Beri setiap pekerja informasi ini dan izinkan mereka untuk menindaklanjutinya. Anda dapat memberikan mereka pedoman untuk interaksi dengan pelanggan yang mencerminkan kepribadian usaha yang ingin Anda proyeksikan ke publik.

Kesimpulan

Itulah penjelasan umum dan strategi branding produk. Kesimpulannya, sebelum melakukan branding produk Anda harus melakukan penelitian terlebih dahulu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Anda bisa mengambil langkah efektif untuk mendesain dan mengeksekusi branding produk.

Setelah branding produk selesai, Anda harus konsisten dengan produk dan pesan produk yang telah dibuat. Terakhir, kuatkan branding produk dengan bantuan sinergimedia.co.id semua elemen sumber daya manusia di dalam usaha yang Anda jalani.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *