Yuk, Kenali Perkembangan Bayi!

Berbicara perkembangan bayi, berarti kita berbicarakan makhluk kecil, lucu dan menggemasakan. Sebenarnya apakah yang diamksud dengan perkembangan bayi? Perkembangan bayi yaitu segala perubahan yang terjadi pada bayi. Adapun perkembangannya dapat dilihat dari berbagai aspek.

  1. Aspek Kognitif

Proses dimana individu dapat meningkatkan kemampuan dalam menggunakan pengetahuannya. Kognisi adalah fungsi mental yang meliputi persepsi, pikiran, simbol, penalaran, dan pemecahan masalah.

  1. Aspek Fisik/Motorik

Perkembangan pengendalian gerakan melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot terkoordinasi. Terdiri atas keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus.

  1. Aspek Bahasa

Terdiri dari dua aspek kemampuan, yaitu kemampuan ekspresif (untuk menghasilkan suara, isyarat/gestur, atau bentuk tertulis) dan kemampuan reseptif (untuk memproses dan memahami pesan, baik tertulis, lisan, maupun gestur).

  1. Aspek Sosio-Emosional

Perkembangan sosial anak menurut Erikson:

  • Basic Trust vs Mistrust (percaya vs curiga), usia 0-2 tahun
  • Autonomy vs Shame & Doubt (mandiri vs ragu), usia 2-3 tahun
  • Initiative vs Guilt (berinisiatif vs bersalah), usia 4-5 tahun
  • Industry vs inferiority (percaya diri vs rasa rendah diri), usia 6 tahun – pubertas

www.pexels.com

Prinsip-prinsip Perkembangan Bayi

Adapun prinsip-prinsip perkembangan bayi meliputi berikut ini.

  • Anak berkembang secara menyeluruh, aspek perkembangan saling berkaitan satu sama lain
  • Perkembangan terjadi dalam urutan yang teratur
  • Perkembangan berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak
  • Perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya
  • Perkembangan mempunyai pengaruh yang bersifat kumulatif.

Perkembangan Bayi 0-1 Bulan

Sudah diketahui bersama oleh para orang tua akan kondisi dimana jika di awal bulan pertama kehidupannya bayi sangat senang tidur dan menangis. Setidaknya mereka tidur sebanyak 16-17 jam perhari dengan jangka waktu siang kurang lebih 7,5 jam dan malam 8,5 jam. Adapun waktu tidur ini tentu cukup banyak bila dibandingkan dengan anak-anak, remaja, dan dewasa. Namun benarkah pada bulan pertama kehidupannya bayi hanya bisa tidur dan menangis?

Berikut akan dipaparakan tentang perkembangan bayi dari bulan ke bulan, setidaknya beberapa tahap perkembangan yang pada umumnya dialami bayi berusia 0-1 bulan. Adapun beberapa perkembangan itu yakni motorik kasar, motorik halus, bahasa, emosi, dan bahkan kognitif.

Nah, berikut ini beberapa hal yang perlu ketahui dan pahami dari beberapa perkembangan di awal bulan pertama kehidupan bayi.

  1. Motorik kasar

Setelah lahir pada umumnya aspek motorik bayi sudah mulai berkembang. Di usia di 0-15 hari dia sudah bisa menggerakan otot-otot besar pada tangan dan kakinya secara seimbang dan aktif. Saat kaget kedua tangan dan kakinya yang awalnya menekuk seperti katak pun akan mengalami ekstensi menjadi lurus secara bersamaan. Jika ditelungkupkan dia juga sudah bisa menggoyang-goyangkan kepalanya sekitar 3 detik sebelum kemudian dia meletakan kepalanya ke arah satu sisi. Nah oleh karena itu, saat kepala bayi tekulai lemas atau tak terangkat saat ditelungkupkan sebaiknya Moms segera waspada ya. Selain itu, Moms jugga patut waspada jika salah satu dari keempat anggota geraknya (tangan dan kaki) tidak simetris. Misalnya saat kaki kanannnya nampak lemas atau tak terangkat di saat anggota geraknya yang lain sedang aktif.

  1. Motorik halus

Tak hanya motoik kasar, tetapi motorik halus bayi juga sudah mulai berkembang saat ia lahir. Contohnya, saat berusia satu bulan jari-jari bayi pada umumnya akan dalam posisi mengepal. Namun kepalan ini akan secara refleks terbuka dan kembali menutup saat Moms mencoba menyentuhnya dengan ibu jari. Tidak hanya itu, motorik halus bayi juga dapat dilihat dari koordinasi kedua matanya ketika melihat suatu objek yang bergerak, bersinar, atau berwarna. Biasanya dia akan mengerjapkan matanya atau mengerutkan dahinya ketika melihat hal itu. Nah, Moms perlu waspada ketika bayi tidak memberikan reaksi tersebut ketika  melihat suatu objek yang bergerak, bersinar, atau berwarna.

www.pexels.com

  1. Bahasa

Meskipun belum bisa diajak berbicara, tetapi penting untuk diketahui bahwa di usia 0-1 bulan bayi sudah bisa memahami dan mendengar suara yang ditujukan kepadanya. Hal ini dapat dilihat dari gerak refleks yang dia lakukan dengan cara memoncongkan mulutnya ketika merespons saat diajak berbicara. Nah, satu-satunya perkembangan bahasa dan percakapan sosial bayi ialah dengan menangis. Pada bulan pertawa di awal kehidupannya, tangisan bayi akan terdengar monoton, baik untuk menunjukan ketika dia lapar, sakit, ataupun merasa tidak nyaman. Namun di akhir bulan pertama di awal kehidupannya, tangisan bayi akan mulai terdengar berbeda dan memiliki makna tersendiri. Sebaiknya segera waspada jika tangisan bayi telah terjadi di luar pola atau kebiasaan, semisal tangis yang tertahan disertai kejang atau gangguan kesehatan lainnya.

  1. Reaksi emosi

Pada umunya saat minggu-minggu pertama di awal kehidupannya, bayi akan sering menangis dan rewel. Jika pun dia tersenyum, itu merupakan suatu refleks lantaran ada rangsangan berupa sentuhan. Tidak hanya sebagai bentuk percakapan sosial, menangis dan rewel merupakan suatu perkembangan reaksi emosi yang wajar terjadi pada bayi berusia 0-1 bulan. Bayi biasanya mulai menangis dan rewel ketika merasa tidak nyaman atau tidak senang dengan sesuatu. Nah, jika bayi tidak menangis ketika saat-saat itu terjadi maka Moms sebaiknya segera waspada karena kemungkinan dia mengalami gangguan dalam kinerja otaknya. Sehingga dia memerlukan observasi dan pemeriksaan oleh dokter yang lebih lanjut.

  1. Kognitif

Sejak lahir sampai berusia 1 bulan bayi sudah dapat memberikan respons berdasarkan refleks, antara lain refleks menghisap dan menggenggam. Ia juga juga bisa mulai mengenali ibunya meskipun jarak pandangannya hanya berkisat 20-25 cm.

www.pexels.com

Hal-hal yang Menghambat Perkembangan Bayi 1 Tahun

Berikut akan dipaparkan beberapa hal yang mana harus segera waspadai jika bayi tidak menunjukan ciri-ciri perkembangan yang sesuai harapan. Adapun hal-hal tersebut menjadi suatu indikasi dari permasalahan yang lebih serius. Contohnya saja orang tua membiarkan anak bermain sendiri. Ini jelas salah loh. Anak usia 1 tahun butuh perhatian orang tua sehingga ikatan antara anak dan orang tua semakin kuat.

Banyak hal sepele dilakukan sehingga perkembangan balita usia 1 tahun tidak maksimal. Padahal, pada usia inilah tumbuh kembang anak begitu signifikan. Mungkin bunda pernah dengar istilah golden age.

Seperti yang telah umum diketahui baha masa emas anak bayi yaitu ketika usianya 1-3 tahun. Pada usia tersebut, perkembangan sel otak anak begitu cepat. Dan dibutuhkan stimulus agar sel otak tersebut terus berkembang. Hanya saja, tanpa disadari orang tua menghambat perkembangan bayi usia 1 tahun. Berikut ini beberapa kesalahan yang mana menjadi hal-hal yang menghambat perkembangan bayi 1 tahun.

  1. Nonton Youtube

Sulit sekali bagi orang tua sekarang untuk menjauhkan anak dari smartphone. Apalagi bunda sering sekali bermain smartphone ketika bersama dengan sang buah hati. Itu artinya secara tidak langsung bunda mengenalkan anak dengan smartphone. Awalnya anak akan tahu dan mulai mencoba untuk memegang smartphone. Lambat laun ia mengerti bahwa ada hal menarik di smartphone seperti video di Youtube. Ada juga lho orang tua yang justru mengenalkan Youtube dengan alasan agar anak diam, tidak rewel. Jadi, menonton Youtube menjadi obat ketika anak rewel. Tahukah bunda apa akibatnya? Banyak kasus anak mengalami speech delay disebabkan balita terlalu sering menonton Youtube. Seperti yang Anda ketahui, balita usia 1 tahun seharusnya sudah bisa mengatakan satu atau dua patah kata, bukan? Dan ada balita 1 tahun yang belum bisa bicara. Apa hubungannya? Sekilas tidak ada hubungannya. Namun, menurut pakar perkembangan anak, balita yang sering menonton video Youtube tidak mendapatkan pengalaman untuk melakukan interaksi. Semakin berbahaya jika orang tua pun jarang mengajak anak untuk berbicara. Kemampuan bicara balita itu akan terus berkembang seiring dengan tingginya frekuensi bunda mengajaknya berbicara. Ada interaksi dua arah. Beda dengan ketika balita menonton video di mana hanya ada interaksi satu arah saja.

  1. Baby Walker

Balita juga seharusnya sudah mulai belajar berjalan. Bahkan, tidak sedikit bayi usia 11-12 bulan yang sudah mulai berdiri dan melangkah satu atau dua langkah. Sayangnya, ada kabar buruk juga. Beberapa balita yang usianya sudah mencapai 1,5 tahun dan bahkan 2 tahun belum bisa berjalan.

Apakah ini artinya anak tersebut kekurangan nutrisi? Jika anak sudah diberi susu anak 1 tahun yang terbaik, sepertinya tidak mungkin anak tersebut kekurangan nutrisi. Dan lebih disayangkan lagi ketika orang tua justru membelikan baby walker. Alih-alih agar anak bisa cepat berjalan, justru hasilnya sebaliknya. Bunda harus tahu alat seperti baby walker atau sejenisnya seperti moon walk itu membuat perkembangan tulang, terutama tulang kaki anak tidak berkembang maksimal. Pasalnya, selama masa latihan berjalan, tubuh disangga oleh alat, bukan tulang sendiri yang mencoba untuk menyangga tubuh anak sendiri. Maka dari itu, jika bunda berniat untuk membelikan baby walker, sebaiknya jangan. Akan lebih baik jika uang tersebut bunda gunakan untuk mengajak anak jalan-jalan ke taman bermain setiap weekend. Biarkan ia berdiri dan berjalan dengan kaki telanjang.

www.pexels.com

  1. Pakai Sepatu

Ini juga terkait dengan perkembangan bayi ketika ia mulai belajar berjalan. Awalnya, sebaiknya jangan pakaikan sepatu. Biarkan ia berjalan dengan kaki telanjang agar kaki langsung menapak ke lantai. Akan lebih baik jika bunda mengajak anak berjalan di jenis lantai yang berbeda. Jangan hanya di atas keramik tapi ajak juga anak untuk berjalan-jalan di atas rumput.

  1. Minum Susu Pakai Dot

Bunda sudah pilihkan susu pertumbuhan anak yang terbaik. Tapi, jangan biarkan anak minum susu dari dot ya. Akan lebih baik jika bunda dari awal mengajarkan minum susu pakai gelas. Pasalnya, sekali bunda biasakan anak minum pakai dot, maka sulit sekali bagi anak untuk lepas dari dot.

  1. Pakai Popok

Dulu sebelum ada popok bayi yang bisa menyerap air kencing, orang tua tidak resah. Beda dengan sekarang. Orang tua tidak mau repot harus membersihkan lantai setiap kali anak buang air kecil di celana. Untuk saat ini, mungkin bunda akan repot karena setiap kali anak kencing di celana, bunda harus membersihkan lantai. Tapi, ini tidak lama. Paling hanya beberapa bulan. Bunda bisa memberitahukan agar anak mau bilang atau setidaknya memberikan kode jika anak mau buang air kecil.

Itulah beberapa hal tentang perkembangan bayi mulai dari 0-1 bulan dan 1 tahun. Selain itu, mungkin Anda juga ingin memberikan hadiah bagi bayi Anda berupa kaos kartun anak-anak atau kaos animasi kesukaan yang mana bisa ibu dapatkan di grosir kaos anak.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *